parallax background

Radikal Bebas dan Antioksidan

Pantai Papuma Jember
August 3, 2017
Antioksidan terbaik
August 12, 2017
 

Dalam kehidupan sehari-hari di kota - kota jaman sekarang ini, polusi udara begitu kuat menyerang kesehatan kita.

Bayangkan saja, kala bangun tidur, kita keluar kamar sudah menghirup udara yang belum tentu bersih. Mengapa? ya sekitar kita sudah jarang adanya pohon besar rindang sebagai produsen oksigen, belum lagi tambahan asap kendaraan bermotor yang terkadang sudah lalu-lalang di depan rumah kita, yang tanpa di sadari partikel-partikel berbahaya terbawa angin masuk kerumah kita.

Dalam sekali hirup kita tidak tahu jumlah partikel-partikel liar itu. Sedikit sekali memang, tetapi bagaimana hingga tahunan ? Pastinya akan membahayakan kehidupan kita.


„Partikel - partikel liar dan berbahaya itu akan di tangkap oleh tubuh kita. Sedikit sekali memang, tetapi bagaimana hingga tahunan ?”

Partikel - partikel liar itu sering mengakibatkan Radikal Bebas

Apa dan bagaimana radikal bebas itu?


Radikal Bebas


Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, atau merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan kovalen. Akibat pemecahan homolitik, suatu molekul akan terpecah menjadi radikal bebas yang mempunyai elektron tak berpasangan.

Elektron memerlukan pasangan untuk menyeimbangkan nilai spinnya, sehingga molekul radikal menjadi tidak stabil dan mudah sekali bereaksi dengan molekul lain, membentuk radikal baru. Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat pemicu radikal dalam makanan dan polutan lain. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung,kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal. Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan antioksidan.


Kekuatan tubuh.

Tubuh manusia dapat menetralisir radikal bebas ini, hanya saja bila jumlahnya berlebihan, maka kemampuan untuk menetralisirnya akan semakin berkurang. Merokok, misalnya, adalah kegiatan yang secara sengaja memasukkan berbagai jenis zat berbahaya yang dapat meningkatkan jumlah radikal bebas ke dalam tubuh. Tubuh manusia didesain untuk menerima asupan yang bersifat alamiah, sehingga bila menerima masukan seperi asap rokok, akan berusaha untuk mengeluarkan berbagai racun kimiawi ini dari tubuh melalui proses metabolisme,[butuh rujukan] tetapi proses metabolisme ini pun sebenarnya menghasilkan radikal bebas. Pada intinya, kegiatan merokok sama sekali tidak berguna bagi tubuh, walau pun dapat ditemui perokok yang berusia panjang..




Baca juga Makanan penghasil Antioksidan terbaik

Butuh Antioksidan untuk melawan Radikal Bebas

Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi.[butuh rujukan] Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan[butuh rujukan] tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi.
Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat,[butuh rujukan] hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahioneini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

( Rangkuman Berbagai Sumber )
foto : bawang hitam organic